Benarkah Virus Corona Senjata Biologis China yang Bocor?

Benarkah Virus Corona Senjata Biologis China yang Bocor?

Assalamu’alaikum!!
Hi guys! Welcome back to Cladamn’s Blog!

Mungkin berita mengenai virus Corona sudah menjadi makanan sehari-hari. Karena selain berbahaya, virus ini pun dapat menyebar dengan sangat cepat hingga banyak menelan korban.
Lebih dari 2700 orang di China telah terinfeksi virus Corona. Virus ini juga menyebar dengan sangat cepat ke beberapa negara di empat benua. Apakah benar virus ini menyebar karena ‘bocornya’ laboratorium virus berbahaya milik China yang berada di kota Wuhan?

Data terakhir pada 27 Januari 2020 tercatat 2744 kasus virus Covid-19 di China. 461 orang dalam kondisi kritis dan angka kematian telah menyentuh 80 orang. Virus mematikan ini pertama kali teridentifikasi di kota Wuhan provinsi Hubei. Sejak saat itu, virus Corona terus menyebar ke berbagai kota besar di China seperti Beijing, Macaw, Shanghai, bahkan Hong Kong. Sementara kota Wuhan sendiri tampak seperti kota mati. 9 juta orang terpaksa bertahan setelah akses di kota tersebut ditutup total.

Kendati demikian, virus Covid-19 ini sudah menyebar ke Eropa, Asia Tenggara, hingga Australia dan Amerika Serikat. Pemerintah China berusaha mengendalikan virus tersebut agar tidak menyebar lebih luas lagi dengan meluncurkan dana sebesar 1 Miliar Yuan atau sama dengan 1,9 Triliun rupiah lebih. 7 ribu pekerja bertugas membangun rumah sakit khusus yang harus selesai dalam waktu 6 hari saja. 1600 staff medis telah diturunkan ke provinsi Hubei. 3 juta masker dan ratusan ribu sarung tangan dibagikan ke masyarakat. Liburan Imlek pun diperpanjang hingga 2 Februari untuk menghindari kemungkinan orang berkumpul di tempat umum.

Pembangunan rumah sakit khusus pasien Covid-19 yang hanya berlangsung 6 hari

Pemerintah China pun mengumumkan epidemik ini mulai memasuki periode yang lebih serius dan kompleks dan kemungkinan akan memakan korban lebih banyak. Lalu, dari mana virus Corona menyebar?

Menurut pemerintah China, virus tersebut berasal dari hewan liar yang dibeli dari pasar laut Huwana di pusat kota Wuhan. Pasar tersebut banyak menjual daging hewan eksotis secara illegal, mulai dari tikus, anjing, ular berbisa, kelelawar, hingga berbagai hewan lain yang mungkin aneh untuk dikonsumsi.

Pasar Wuhan, China

Namun, muncul spekulasi baru. Menurut media-media barat, virus Corona kemungkinan besar bocor dari sebuah laboratorium penelitian patogen-patogen berbahaya yang berjarak hanya 32 kilometer dari pasar makanan laut Huwana. Wuhan National Biosafety Laboratory adalah Lab yang dirancang dengan Biosafety Level 4 atau BSL-4. Dan lab yang dibuka pada bulan Januari 2018 ini adalah lab BSL-4 pertama di daratan China. Sejak pembangunannya, lab ini tak luput dari kritik. Konsultan Biosafety dari Amerika Serikat khawatir dengan keberadaan lab ini karena gaya komunikasi China yang suka menutupi informasi. Karena keterbukaan informasi adalah poin yang sangat penting untuk menjaga lab BSL-4 tetap aman.

Wuhan National Biosafety Laboratory Level 4

Bocornya virus berbahaya bukan pertama kali terjadi di China. sebelumnya pernah terjadi insiden lolosnya virus SARS dari sebuah lab di Beijing pada 2004 silam yang menjangikiti 8000 orang lebih dan menelan 774 jiwa. Karena insiden itulah, Kementerian Kesehatan China langsung membangun lab untuk patogen tingkat tinggi seperti yang saat ini ada di Wuhan. Namun semua ini masih spekulatif. Karena sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China terkait kebocoran dari fasilitas lab tersebut.

Okay, semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan kalian dan menambah wawasan.

Stay healthy!
Hope you guys have a nice day!
With love, #Cdm4101

6 Demons (Part 15)

6 Demons (Part 15)

Cerita Sebelumnya

Sebelum Emma pingsan, Pak Ustadz Imam sempat mendengar Emma mengucapkan kata-kata yang sulit untuk diterjemahkan dan Ia yakini itu adalah mantra. Mantra itu seolah menjadi petunjuk dari apa yang dialami oleh Emma. Namun, Pak Ustadz Imam dan keluarga Emma tak ambil pusing, karena semua mantra itu bisa dihancurkan dengan keimanan mereka.

Namun, ketika Emma jatuh pingsan dan hendak diangkat oleh ayah dan Ustadz Imam, Ia beraksi kembali. Iblis itu menguasai diri Emma hingga Ia berani menampar ayahnya sendiri. Keluarga Emma hanya bisa menangis dan terus memanjatkan do’a sampai Emma benar-benar tenang.
Seminggu berlalu, ternyata penderitaan Emma terus menerus terjadi lagi. Emma sering berteriak-teriak bahkan hingga menyakiti dirinya sendiri. Akhirnya, kedua orang tuanya pun berinisiatif membawa Emma ke rumah sakit untuk diperiksa.

Sesampainya dirumah sakit, kehisterisan Emma semakin menjadi-jadi. Ia menangis dan berteriak-teriak karena terus menerus dihantui oleh para roh jahat yang hanya bisa di lihat oleh Ia sendiri. Karena reaksi Emma yang tak bisa ditangani, akhirnya dokter mengambil tindakan membius Emma untuk memudahkan jalannya pemeriksaan tubuh Emma.

Setelah diperiksa, hasilnya nihil. Dalam pandangan dokter, dari semua tanda-tanda dan gejala-gejala yang dialami oleh Emma, Emma menderita epilepsi dimana syaraf otak tidak berfungsi dengan baik. Dokter pun menyarankan agar Emma dibawa ke rumah sakit jiwa. Dengan berat hati, keluarga Emma pun menyetujui hal itu.

Ketika di Rumah Sakit Jiwa, Emma sangat sulit untuk makan, bahkan minum pun tidak. Tubuhnya menjadi kurus kering dan wajahnya pun semakin sendu. Semua pihak di rumah sakit pun tak bisa berbuat apa-apa karena sakit Emma yang berbeda dari semua pasien lain. Semua obat yang diberikan untuk Emma tidak berpengaruh banyak. Ya, memang tidak berpengaruh, karena sebenarnya Emma tidak memiliki penyakit Epilepsi bahkan gangguan jiwa. Emma hanya sedang diganggu roh jahat. Hingga suatu hari, ketika dokter yang mengobati Emma akan memeriksa keadaan Emma, Ia terkejut karena …

Cerita Selanjutnya